5 July 2024
Satgas Judi Online, Hadi Tjahjanto.
Satgas Judi Online, Hadi Tjahjanto.

Satgas Pemberantasan Judi Online Mulai Beroperasi

JAKARTA, IKNpost – Satgas Pemberantasan Judi Online (Judol) mulai beraksi untuk melaksanakan tugas yang sangat penting. Task Force yang dipimpin oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto memulai dengan memasuki area sekitar minimarket. Petugas akan langsung menutup orang-orang yang diduga terlibat dalam perjudian internet untuk menghentikan jaringan luar negeri.

Di Jakarta, Jumat (20/6/2024), Hadi Tjahjanto menyampaikan upaya penindakan tersebut. Menurut Hadi, Satgas memanfaatkan lini terdepan TNI dan Polri, yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), untuk memerangi judol. Keduanya diminta untuk memeriksa minimarket yang menyediakan layanan isu ulang untuk aplikasi pembayaran digital.

“Ini memang saya minta untuk ditutup. Kecuali pelayanan untuk telepon dan untuk alat komunikasi,” ujar Hadi. 

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, tindakan tegas tersebut dilakukan pihaknya untuk memutus jaringan judi luar negeri. Terutama terkait net access provider atau Internet Service Provider (ISP) yang merupakan layanan dari perusahaan tertentu untuk memberikan suplai internet kepada masyarakat luas. 

“Kalau net access provider sudah kita putus artinya apa? Jalur untuk memberikan ruang bermain ini yang sudah tidak ada,” tegas Hadi. 

Selain memantau minimarket, Hadi juga menugaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengawasan terhadap jual beli rekening. Sebab, praktik itu banyak terjadi di desa-desa dan biasanya dibeli oleh bandar judi online sebagai alat transaksi keuangannya. 

Upaya ini, diklaim Hadi, bisa menghindarkan pemilik rekening dari jerat hukum. Sebab, bisa saja mereka dianggap membantu bandar judi online dengan menjual rekeningnya. 

Ia pun berharap, tindakan tegas ini dapat menghentikan praktik judi online yang mulai meresahkan. Apalagi, korbannya tidak hanya kehilangan harta beda, tapi juga nyawa. 

“Kita lihat nanti apakah trendnya menurun setelah kita lakukan tindakan tegas,” ujarnya. 

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Harian Penegakan Hukum Satgas Pemberantasan Judol sekaligus Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada mengungkapkan kabar baik. Pihaknya berhasil membongkar tiga situs perjudian selama periode Mei hingga Juni 2024. 

“Tiga kasus judi online dengan website pertama 1XBET, W88, dan Liga Ciputra,” sebutnya, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2024). 

Wahyu merinci, dalam pengungkapan kasus judi online ini pihaknya menetapkan 18 orang sebagai tersangka. Rinciannya di situs 1XBET ada 9 orang, di situs W88 tujuh orang, dan terkait situs Liga Ciputra ada dua orang tersangka. 

Menurut Wahyu, modus operandi yang dilakukan para pelaku hampir sama. Yaitu, melakukan kegiatan melawan hukum secara kolektif, membuat sistem pembayaran judol. “Dengan cara menyediakan sarana sistem pembayaran deposit dan withdraw (penarikan),” jelasnya. 

Wahyu mengatakan ketiga server dari situs judol tersebut dikendalikan dan berada di luar negeri. Sementara operator yang berada di Indonesia bertugas menyediakan sarana sistem pembayaran deposit dan withdraw pada masing-masing situs judi online. 

Kemudian, para pelaku juga ditugaskan untuk mengirimkan alat pembayaran atau buku rekening bank yang terdaftar di Indonesia ke luar negeri untuk menyamarkan transaksi keuangan. Serta melakukan perputaran uang melalui cryptocurrency dan money changer. 

“Ini dilakukan untuk menyamarkan transaksi keuangan,” jelasnya. 

Dari para tersangka, Wahyu menyebut pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa akun platform perdagangan kripto dengan jumlah aset sebesar Rp 13,5 miliar. 

Selain itu ada uang tunai Rp 4,7 miliar, tiga unit mobil, 114 unit handphone, 96 buah buku rekening, 145 buah kartu ATM, sembilan unit laptop, lima unit token, hingga satu set perhiasan emas. 

“Estimasi perputaran uang pada ketiga website judol tersebut mencapai Rp 1,041 Triliun,” kata dia. 

Di sisi lain, Wahyu meminta, masyarakat ikut berperan aktif memerangi praktik judol. Termasuk mengingatkan artis atau publik figur yang banyak mempromosikan situs judi online. 

Menurutnya, setiap orang yang mempromosikan situs judol akan ditindak tegas. Meskipun, situsnya telah diblokir. “Bukan menjadi hambatan buat kita, selebgram maupun artis akan kita lakukan penindakan,” pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi membentuk Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2024 untuk membentuk Satgas Pemberantasan Judi Online. Harian Pencegahan dipimpin oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, dengan Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai wakilnya, dan Menkominfo Budi Arie Setiadi bertindak sebagai ketua.

Target operasi ini adalah untuk menghilangkan judol yang kian meresahkan masyarakat. Untuk jangka waktunya, ia ditugaskan hingga Desember 2024, tetapi dapat diperpanjang dengan izin Presiden.

Baca juga : Airlangga Menanggapi Kekhawatiran Terkait APBN: Indonesia Baik-baik Saja

Loading

Silahkan Telusuri

Direktur Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa

Pengungkapan Laboratorium Narkotika di Malang Dianggap Terbesar di Indonesia, Menurut Polisi

JAKARTA, IKNpost – Menurut Brigjen Mukti Juharsa, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, pengungkapan lab …